Fiqih ASN & Karyawan

Fiqih ASN & Karyawan

  • Penulis: Ammi Nur Baits
  • Tajuk: fiqih, asn
  • Kategori: Buku
  • Edisi | Cetakan: |
  • Penerbit: -, 0
  • ISBN:
  • Jumlah Halaman: 324 hlm
Availability:
No No Barcode No Klasifikasi Lokasi Gedung No Rak Status

Ulasan Lengkap:

Ketika Pekerjaan Tidak Hanya Tentang Penghasilan. Buku berjudul Fiqih ASN & Karyawan karya Ammi Nur Baits menjadi buku yang menarik untuk dibaca dan direnungkan, khususnya bagi kita yang menjalani aktivitas sebagai pegawai. Buku ini mengajak pembaca melihat pekerjaan dari sudut pandang yang lebih luas. Bekerja bukan hanya aktivitas untuk memperoleh penghasilan, tetapi juga merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan baik.

Sebagai narasumber SERBUK SARI, saya melihat buku ini relevan dengan kehidupan pegawai karena banyak persoalan dalam pekerjaan yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga menyangkut sikap, tanggung jawab, kejujuran, hak dan kewajiban, serta bagaimana kita mempertanggungjawabkan pekerjaan yang dilakukan. Menjadi Pegawai adalah Amanah. Menjadi ASN maupun karyawan berarti mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan tugas tertentu. Karena itu, pekerjaan tidak seharusnya dipandang hanya sebagai rutinitas dari pagi hingga sore.

Ada tanggung jawab yang melekat pada setiap tugas yang diberikan. Ketika seorang pegawai datang tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan dengan baik, menggunakan fasilitas kantor sesuai kebutuhan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan menjalankan tugas sesuai aturan, sebenarnya ia sedang menjalankan sebuah amanah. Sebaliknya, ketika pekerjaan dilakukan secara asal-asalan, waktu kerja tidak digunakan dengan baik, atau fasilitas kantor digunakan tidak semestinya, hal tersebut bukan sekadar persoalan kedisiplinan, tetapi juga menjadi sesuatu yang perlu dipertanggungjawabkan secara moral.

Antara Hak dan Kewajiban. Salah satu hal yang menarik dari buku ini adalah pengingat bahwa dalam hubungan kerja terdapat hak dan kewajiban yang perlu ditempatkan secara seimbang. Sebagai pegawai, kita tentu memiliki hak atas penghasilan dan berbagai hak lainnya sesuai dengan ketentuan. Namun, pada saat yang sama terdapat kewajiban yang harus dilaksanakan. Dalam kehidupan kerja, terkadang kita lebih mudah mengingat apa yang menjadi hak kita dibandingkan dengan mengingat apa yang menjadi kewajiban kita. Buku ini mengajak kita melakukan refleksi: sebelum bertanya Apa yang saya dapatkan dari pekerjaan ini?, mungkin kita juga perlu bertanya, Apa yang sudah saya berikan melalui pekerjaan ini?

Kejujuran dalam Bekerja. Bagi saya, nilai penting lainnya adalah persoalan kejujuran. Kejujuran dalam pekerjaan tidak hanya berkaitan dengan perkara besar. Ia juga tercermin dalam hal-hal kecil, seperti kejujuran dalam menggunakan waktu kerja, menyampaikan laporan, menggunakan fasilitas kantor, menjalankan tugas, dan mengakui kesalahan. Terkadang tidak ada orang lain yang mengetahui apa yang kita lakukan ketika tidak diawasi. Namun, sebagai seorang pegawai yang menjadikan pekerjaan sebagai amanah, kesadaran untuk tetap bekerja dengan benar seharusnya tidak bergantung pada ada atau tidaknya pengawasan.

Profesionalitas dan Nilai Keagamaan. Buku ini memberikan perspektif bahwa profesionalitas dan nilai keagamaan bukanlah dua hal yang terpisah. Menjadi pegawai yang profesional berarti memiliki kompetensi dan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Namun, profesionalitas tersebut akan semakin kuat apabila dibangun bersama nilai kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan kepedulian.

Bagi pegawai di lingkungan pelayanan publik, termasuk perpustakaan, hal ini menjadi sangat penting. Pemustaka yang datang bukan hanya membutuhkan informasi, tetapi juga membutuhkan pelayanan yang ramah, adil, cepat, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pekerjaan pelayanan dapat menjadi ruang untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah membaca buku ini, saya merasa ada satu pertanyaan yang penting untuk kita renungkan sebagai pegawai. Kita mungkin memiliki target pekerjaan, laporan, kegiatan, dan berbagai tugas yang harus diselesaikan. Namun, di balik semua itu terdapat tanggung jawab yang lebih besar, yaitu memastikan bahwa pekerjaan yang kita lakukan benar-benar memberikan manfaat. Bekerja dengan baik bukan hanya ketika ada penilaian atau ketika pimpinan melihat. Bekerja dengan baik adalah ketika kita memiliki kesadaran bahwa setiap tugas yang diberikan kepada kita memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan.

Bagi ASN, pesan buku ini memiliki relevansi yang kuat. ASN tidak hanya bekerja untuk mendapatkan penghasilan, tetapi juga memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mendukung tercapainya tujuan organisasi. Karena itu, integritas menjadi bagian penting dari profesionalitas ASN. Disiplin, jujur, bertanggung jawab, tidak menyalahgunakan kewenangan, menjaga fasilitas negara, serta memberikan pelayanan dengan baik merupakan bentuk nyata dari menjalankan amanah sebagai ASN.

Fiqih ASN & Karyawan karya Ammi Nur Baits menjadi bacaan yang menarik untuk merefleksikan kembali makna bekerja. Buku ini mengingatkan bahwa pekerjaan bukan sekadar rutinitas dan bukan hanya tentang gaji. Di dalamnya terdapat amanah, tanggung jawab, hak, kewajiban, dan nilai moral yang perlu diperhatikan. Pesan utama buku ini sangat sederhana namun penting yaitu bekerjalah bukan hanya untuk menyelesaikan tugas, tetapi juga untuk menunaikan amanah. Ketika pekerjaan dilakukan dengan ilmu, profesionalitas, kejujuran, dan tanggung jawab, pekerjaan tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi organisasi dan masyarakat yang kita layani.

Tanya Pustakawan
×

Halo!
Ada yang bisa kami bantu?

Layanan dibuka Pada Jam Operasional Perpustakaan