Jangan Menyerah Meski Tak Mudah

Jangan Menyerah Meski Tak Mudah

  • Penulis: Dias Pangesti
  • Penyadur/Editor: Dias Pangesti
  • Tajuk: Motivasi Diri
  • Kategori: Buku
  • Edisi | Cetakan: | Ce
  • Penerbit: Araska Publister, 2024
  • ISBN: 9786236335444
  • Jumlah Halaman: 240 hlm
Availability:
No No Barcode No Klasifikasi Lokasi Gedung No Rak Status
1 101656 155.25 DIA j Tersedia

Ulasan Lengkap:

Buku berjudul Jangan Menyerah Meski Tak Mudah : 101 Cara Bangkit Dari Keterpurukan Karya Dias Pangesti menuliskan poin – poin yang dapat dihadapi oleh seseorang untuk terus dapat melanjutkan hidup menuju kesuksesan. Buku ini di tulis oleh Dias Pangesti yang berhalaman 240 halaman. Buku ini juga berisikan 15 BAB. Ada beberapa poin yang kita bisa pelajari yaitu:

  1. Tantangan dan rintangan yang terjadi dalam kehidupan kita adalah cara tuhan untuk membuat kita lebih Tangguh dan juga kita akan menaiki level yang lebih tinggi dalam kehidupan. Siapa yang bertanggung jawab atas nasib kita? Jawabannya adalah dirikita sendiri. Jadi, apabila terjadi kegagalan dalam hidup kita, jangan pernah untuk menyalahkan orang lain. Tapi bertanggung jawablah untuk dirikita sendiri. Jika sudah merasa gagal, jangan pernah takut, tapi percayalah bahwa kesuksesan sedang menanti didepan mata dan lalui lah dengan semangat. Katakanlah pada diri sendiri dengan kalimat- kalimat positif seperti “saya ingin sukses dan bahagia”
  2. Jangan malas. Menunda- nunda juga termasuk dalam kategori malas. Untuk dapat menghindarinya kita harus tau konsekuensi apa yang timbul dari menunda–nunda suatu hal. Contohnya menunda pekerjaan akan mengakibatkan tambahan kerjaan yang lain dan dibiarkan akan menumpuk. Contoh lain seperti menunda belajar akan mengakibatkan tidak menguasai pelajaran sehingga akan kesulitan menghadapi ujian. Cobalah menjadi manusia yang Tangguh dalam menghadapi tantangan dan tetap sabar dalam menghadapi proses, karena kehidupan menuju kesuksesan penuh resiko, hadapilah dengan bijak dan penuh keberanian untuk mencapai tujuan. Buatlah visi misi untuk memberikan arah dalam perjalanan kehidupan.
  3. Jangan pernah membanding – bandingkan diri kita dengan orang lain. Tapi bersyukurlah dengan pencapaian yang sudah kita dapat hingga saat ini. Hargailah dirisendiri dan syukuri kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Jangan pernah menyerah pada keadaan, tapi hadapilah. Identifikasi kelemahan pribadi dengan jujur dan buatlah cara-cara untuk mengatasi kelemahan tersebut, lalu kaitkan lah dengan kemampuan pada diri kita, buatlah target dan tetapkan waktu dalam mencapai tujuan.
  4. Buatlah mimpi dan harapan. Dengan adanya mimpi dan harapan akan dapat memicu semangat didalam hidup. Buanglah semua pikiran – pikiran negative, karena pikiran negative akan menghasilkan ketakutan, keputus asa an dan kurangnya usaha untuk mencari solusi. Jangan biarkan pikiran negative mendominasi karena akan menjadi penghambat dalam mencapai kebahagiaan. Selain itu dibutuhkan juga berfikir kritis untuk menggali akar penyebab masalah, mencari solusi dan membuat keputusan yang bijaksana. Seberapa besar badai yang berlalu, orang yang bijaklah akan mampu maju dari keterpurukan dengan pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan.
  5. Manfaatkanlah waktu dengan sebaik- baiknya. Ingatlah bahwa waktu tidak bisa diulang. Manfaatkanlah waktu dengan efektif untuk mencapai potensi yang maksimal dan fokus pada pengembangan diri. Saat menyusun masa depan, prioritaskan lah hal – hal yang penting. Fokuslah pada rencana masa depan dan ingat bahwa kesuksesan tidak selalu berjalan mulus karena akan ada rintangan yang menghadang. Sehingga hadapilah dengan tekad dan konsisten. Jangan jadikan usia alasan untuk menunda atau menyerah pada impian. Karena sukses tidak diukur dari seberapa cepat mendapatkannya tapi dari kegigihan dan ketekunan dalam perjalanannya.
  6. Percayalah pada diri sendiri. Ujian hidup datang karena kita dianggap mampu menghadapinya. Ini menjadi peluang untuk intropeksi diri dan memahami kelebihan serta celah diri. Hindarilah mencari kambing hitam, focus pada penyelesaian masalah dari pada mencari orang yang disalahkan . semakin kita focus pada solusi, semakin cepat pula masalah dapat diatasi.
  7. Memperkuat rasa syukur dan ikhlas ketika menerima cobaan. Tidak ada kehidupan yang bebas dari rasa kesulitan, tetapi dengan bersyukur juga membuka pintu menuju kebahagiaan. Dengan cara fokus pada hal – hal yang kita miliki, kita dapat menciptakan suasana hati yang positif. Dalam menghadapi ujian hidup, memperkuat rasa syukur dan ikhlas bukanlah tindakan sekali waktu, melainkan suatu proses yang berkelanjutan dan akan dapat membentuk mentalitas positif yang akan menjadi landasan keberhasilan dalam mengarungi ujian hidup.


Selain poin tersebut dalam buku ini juga menjelaskan hal – hal yang perlu dihilangkan dari dirikita seperti:

  1. Hilangkan sifat sombong yang sulit menerima masukkan dan kritikan dari orang lain. Evaluasi diri untuk membuka peluang untuk pengembangan keterampilan dan peningkatan keahlian. Ingatlah bahwa perjalanan untuk menjadi lebih baik adalah perjalanan seumur hidup dan setiap hari merupakan kesempatan baru untuk menjadi versi yang lebih baik dari diri sendiri.
  2. Hilangkan lah iri dan dengki. Menghilangkan iri dengki ini tidaklah mudah, tapi menjadi langkah penting untuk keberhasilan. Mulailah mengakui perasaan negative lalu menggantinya dengan rasa syukur dan apresiasi terhadap pencapaian orang lain.
  3. Hilangkan sifat egois. Egois akan menjadi tembok besar yang menghalangi bangkit dari keterpurukan atau kegagalan. Jika terlalu focus pada diri sendiri tanpa peduli dengan orang lain, kita akan cenderung sulit menemukan dukungan saat mengalami kesulitan. Jika melepaskan sifat egois akan membuka pintu bagi pertolongan orang lain dan menciptakan kebahagiaan dan sikap solidaritas untuk mengatasi setiap masalah yang dihadapi.
  4. Hilangkan sifat pesimis. Sifat pesimis dapat dihilangkan dengan cara mengubah focus fikiran mengarah ke hal positif.
  5. Hilangkan sifat kikir. Kikir disini bukan berarti materi, tapi termasuk ketidak mampuan memberi dengan ikhlas seperti waktu, perhatian, atau dukungan. Jika membuka hati dan memberi dengan ikhlas, kita tidak hanya memberi warna pada hidup orang lain tapi akan memperkaya dirisendiri juga.


Terakhir pelajaran yang didapat kita petik adalah kesuksesan akan datang bagi orang yang mau bangkit dan memperbaiki diri dari kegagalan yang telah dilaluinya. Mengutip dari yang diriwayatkan oleh HR Tirmizi yaitu:

“ dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu ber iringan dengan kesabaran. Jalan keluar ber iringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan pasti akan datang kemudahan”

Tanya Pustakawan
×

Halo!
Ada yang bisa kami bantu?

Layanan dibuka Pada Jam Operasional Perpustakaan