Ulasan Lengkap:
Buku “Slow Living : Hidup Bukanlah Pelarian Tapi Perjalanan” mengajak pembaca untuk menjalani hidup dengan lebih tenang, sadar, dan penuh makna. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, penulis memberikan pandangan bahwa hidup bukanlah perlombaan yang harus dijalani dengan terburu-buru, melainkan perjalanan yang perlu dinikmati prosesnya.
Dalam buku ini, Sabrina Ara membahas pentingnya mengenal diri sendiri, menjaga kesehatan mental, serta belajar menerima kehidupan apa adanya. Penulis menjelaskan bahwa banyak orang merasa lelah karena terlalu sibuk mengejar standar orang lain dan lupa menikmati hal-hal sederhana dalam hidup. Melalui tulisan yang ringan dan reflektif, pembaca diajak untuk lebih menghargai waktu, beristirahat tanpa rasa bersalah, dan menjalani hidup dengan ritme yang lebih seimbang. Buku ini juga membahas tentang overthinking, tekanan sosial, rasa cemas, dan pentingnya self healing dalam kehidupan sehari-hari.
Kelebihan buku ini terletak pada bahasa yang sederhana, hangat, dan mudah dipahami. Banyak kutipan dan refleksi yang dekat dengan pengalaman kehidupan sehari-hari sehingga membuat pembaca merasa dipahami. Isi buku juga memberikan ketenangan dan motivasi positif. Sedangkan kekurangan buku terdapat beberapa pembahasan terasa singkat dan lebih bersifat reflektif dibandingkan penjelasan mendalam. Bagi pembaca yang menyukai pembahasan ilmiah atau detail, isi buku mungkin terasa terlalu ringan.
Pesan tersirat dalam buku ini yang bagus untuk kita teladani adalah kita harus mengutamakan kebahagiaan kita, tak apa sesekali kita melambat/slow living dan tidak mengejar duniawi, sesekali kita membutuhkan waktu untuk diri sendiri agar tubuh kita bisa relax dan selalu bersyukur serta jangan pernah mengabaikan kesehatan. Karena hidup adalah perjalanan bukan pelarian.
Secara keseluruhan, buku “Slow Living : Hidup Bukanlah Pelarian Tapi Perjalanan” sangat cocok dibaca oleh siapa saja yang sedang merasa lelah, jenuh, atau ingin belajar menjalani hidup dengan lebih tenang dan penuh syukur. Buku ini mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari pencapaian besar, tetapi juga dari kemampuan menikmati setiap proses kehidupan.