Dahulukan Adab Sebelum Ilmu: Raih sejuta keutamaan segala hal dengan akhlak mulia

Dahulukan Adab Sebelum Ilmu: Raih sejuta keutamaan segala hal dengan akhlak mulia

  • Penulis: Nashif Musthafa Al-Ghiffari
  • Penyadur/Editor: Nashif Musthafa Al-Ghiffari
  • Tajuk: agama
  • Kategori: Buku
  • Edisi | Cetakan: |
  • Penerbit: Ranah Buku, 2025
  • ISBN: 978-623-09-0290-1
  • Jumlah Halaman: 142 hlm
Availability:
No No Barcode No Klasifikasi Lokasi Gedung No Rak Status
1 102877 200 GHI d Kampus Pekanbaru Gedung C Lantai 2 RAK 002 Tersedia
2 102784 200 GHI d Kampus Pekanbaru Gedung C Lantai 2 RAK 002 Tersedia
3 102742 200 GHI d Kampus Pekanbaru Gedung C Lantai 2 RAK 002 Tersedia

Ulasan Lengkap:

Dalam rangkaian kegiatan SERBUK SARI (Selasa Rembuk Buku Civitas Akademika Poltekkes Kemenkes Riau), buku Dahulukan Adab Sebelum Ilmu menjadi salah satu bacaan yang menarik untuk direnungkan, khususnya oleh mahasiswa. Buku ini mengangkat pesan sederhana tetapi sangat penting: bahwa ilmu dan kecerdasan perlu berjalan beriringan dengan adab dan karakter. Buku ini memberikan refleksi bahwa pendidikan tidak semata-mata tentang seberapa banyak pengetahuan yang dapat kita kuasai. Lebih dari itu, pendidikan juga membentuk bagaimana seseorang bersikap, berinteraksi, menghargai orang lain, dan menggunakan ilmu yang dimilikinya.

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang dapat memiliki pengetahuan yang luas dan prestasi akademik yang baik. Namun, pengetahuan tersebut akan memiliki nilai yang lebih besar apabila disertai dengan sikap rendah hati, jujur, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain. Adab menjadi dasar dalam proses seseorang memperoleh ilmu. Menghormati guru dan dosen, menghargai teman, mendengarkan ketika orang lain berbicara, berani mengakui kesalahan, serta menggunakan ilmu secara bertanggung jawab merupakan bentuk adab yang sederhana tetapi memiliki makna besar.

Bagi mahasiswa, nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting karena perguruan tinggi bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga tempat mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mampu memberikan kontribusi di tengah masyarakat. Pesan mengenai adab menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi dan media sosial. Saat ini, informasi dapat diperoleh dengan sangat mudah. Namun, kemudahan tersebut juga menuntut tanggung jawab dalam menggunakan informasi. Mahasiswa tidak cukup hanya mampu menemukan informasi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk menilai kebenaran informasi, menghargai karya orang lain, menghindari plagiarisme, serta menggunakan teknologi secara bijak.

Dalam dunia kerja, seseorang dapat memiliki kemampuan yang tinggi dan memahami tugasnya dengan baik. Namun, kemampuan tersebut perlu diimbangi dengan sikap rendah hati, disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Adab dalam bekerja dapat terlihat dari hal-hal sederhana: menghargai rekan kerja, berkomunikasi dengan santun, menghormati pimpinan, menerima masukan, tidak meremehkan pekerjaan orang lain, serta mampu menjaga sikap ketika menghadapi perbedaan pendapat. Salah satu pesan penting yang dapat kita renungkan dari buku ini. Profesionalitas bukan hanya tentang mampu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga tentang bagaimana kita menjalankan pekerjaan tersebut dengan sikap yang baik.

Bagi pegawai yang bekerja dalam bidang pelayanan, termasuk perpustakaan, adab memiliki peranan yang sangat penting. Pemustaka tidak hanya membutuhkan informasi dan layanan yang cepat, tetapi juga membutuhkan sikap yang ramah, sopan, responsif, dan menghargai. Pengetahuan tentang pelayanan, teknologi, sistem informasi, maupun pengelolaan perpustakaan tentu sangat diperlukan. Namun, kemampuan tersebut perlu diterjemahkan melalui pelayanan yang humanis. Senyum, sapaan, kesediaan mendengarkan, kesabaran dalam menjelaskan, dan kepedulian terhadap kebutuhan pemustaka merupakan bentuk sederhana dari adab yang dapat memberikan pengalaman positif dalam pelayanan.

Buku ini juga mengingatkan bahwa ilmu seharusnya tidak menjadikan seseorang merasa lebih tinggi dari orang lain. Semakin banyak ilmu dan pengalaman yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab untuk berbagi dan membantu. Di lingkungan kerja, setiap pegawai memiliki kelebihan dan pengalaman masing-masing. Ada yang lebih menguasai teknologi, administrasi, pelayanan, pengelolaan informasi, maupun bidang lainnya. Perbedaan tersebut seharusnya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan alasan untuk saling membandingkan.

Tanya Pustakawan
×

Halo!
Ada yang bisa kami bantu?

Layanan dibuka Pada Jam Operasional Perpustakaan