Filosofi teras : filsafat Yunani-Romawi kuno untuk mental tangguh masa kini

Filosofi teras : filsafat Yunani-Romawi kuno untuk mental tangguh masa kini

  • Penulis: Henry Manampiring
  • Penyadur/Editor: Henry Manampiring
  • Tajuk: Kebahagiaan Etika Filsafat kuno
  • Kategori: Buku
  • Edisi | Cetakan: | Ce
  • Penerbit: Kompas, 2019
  • ISBN: 9786024125189
  • Jumlah Halaman: 320 hlm
Availability:
No No Barcode No Klasifikasi Lokasi Gedung No Rak Status
1 101032 171.2 MAN f Kampus Pekanbaru Gedung C Lantai 2 Rak 001 Tersedia
2 99784 171.2 MAN f Kampus Pekanbaru Gedung C Lantai 2 Rak 001 Tersedia

Ulasan Lengkap:

        Buku “Filosofi Teras” adalah buku karya Henry Manampiring yang  terbit pada tahun 2019 dan sukses meraih mega best seller. Selain itu,  buku ini juga berhasil meraih predikat sebagai Book of The Year di International Book Fair 2019.

        Buku ini berisikan penjelasan mengenai konsep Stoic yang merupakan konsep filosofi dari Yunani-Romawi Kuno . Filosofi ini sangat populer beberapa tahun belakangan ini karena dianggap mampu membantu orang-orang mengatasi emosi negatif mereka dan membentuk mental yang tangguh dalam menghadapi kehidupan. Selain itu, filosofi ini juga dapat membentuk mental menjadi lebih tangguh ketika sedang menghadapi masalah hidup. Dalam buku ini, Henry berusaha menjelaskan filosofi tersebut dengan bahasa yang ringan sehingga banyak orang yang bisa memahami filosofi tersebut dan mampu menerapkannya dengan baik. Karena alasan itu pula lah Henry menggunakan diksi filosofi teras agar terasa lebih akrab bagi para pembaca Indonesia.

        Buku Filosofi Teras terdiri dari 13 bab dengan pembahasan yang saling berkaitan satu sama lain. Bab pertama dimulai dengan Survei untuk mengetahui "kekhawatiran" orang-orang. Bab kedua, memuat pengenalan tentang Filosofi Teras; asal muasalnya, nilai-nilainya, dan tujuan-tujuannya. Setelah dua bab awal ini, barulah memasuki perbincangan inti.

        Bab Ketiga; Hidup Selaras dengan Alam. Ada tiga poin penting dalam bab ini:

  1. Pertama; selaras dengan alam. Prinsip utama stoisisme adalah in accordance with nature. Bahwasanya, manusia harus hidup selaras dengan alam. Maksudnya, manusia harus hidup menggunakan akal dan rasionya. Hal inilah yang membedakannya dengan binatang.
  2. Kedua; manusia adalah makhluk sosial, tidak mengisolasi diri dari orang lain. Tidak bersembunyi dari dunia atau menyendiri tanpa interaksi serta berbaur, bergaul, dan bersosialisasi.
  3. Ketiga; interconnectedness (keterkaitan). Stoisisme meyakini bahwa segala sesuatu di alam semesta ini saling terkait satu sama lain, baik peristiwa besar maupun kecil. Kejadian yang dialami seseorang memiliki mata rantai yang saling terhubung.

        Bab Keempat; Dikotomi Kendali. Pada Filosofi Teras, dikotomi kendali artinya dalam hidup ini ada sesuatu yang bisa dikendalikan dan ada pula yang tidak. Atau Jangan memedulikan hal hal yang diluar kendali kita. Misal yang tak bisa dikendalikan,

  1. Tindakan orang lain
  2. Opini orang lain
  3. Popularitas
  4. Bencana alam

        Sesuatu yang bisa dikendalikan atau yang sifatnya internal

  1. Opini/persepsi kita
  2. Karir/ hubungan
  3. Keinginan kita
  4. Tujuan kita

        

        Kebahagiaan hanya bisa datang dari sesuatu yang bisa dikendalikan. Seseorang yang hanya terobsesi dengan sesuatu yang tak bisa dikendalikan akan menghadapi kekecewaan. Kalau kita memusingkan hal hal yang sebenarnya berada diluar kendali kita artinya kita sedang membuang waktu untuk hal yang sia sia dan harus siap mengalami kekecawaan. Namun focus pada persiapan yang bisa kita usahakan sehingga hasilnya adalah optimal. Semakin besar usaha kita semakin besar peluang mendapatkan apa yang kita mau

        Kekayaan, kesehatan, ketenaran, memang bisa diusahakan, tapi merupakan sesuatu yang tak bisa dikendalikan. Kenapa? Karena bisa hilang dalam sekejap mata. Seseorang bisa saja bangkrut, jatuh sakit, atau kehilangan popularitas. Maka, sungguh tidak masuk akal jika menggantungkan kebahagiaan padanya. Keberanian dan menahan diri adalah dua dari empat pondasi Filosofi Teras yang mampu menghadapi hal-hal di luar kendali. Dalam situasi yang paling menyakitkan dan tidak manusiawi, hidup masih bisa memiliki makna. Karenanya, penderitaan pun dapat bermakna. Kita tidak bisa memilih situasi hidup setiap saat, tapi kita selalu bisa menentukan sikap atas situasi yang terjadi.

        Bab Kelima; Mengendalikan Interpretasi dan persepsi. Bukan hal-hal atau peristiwa tertentu yang meresahkan kita, tetapi pertimbangan/pikiran/persepsi akan hal-hal dan peristiwa tersebut. Review Filosofi Teras pada bab lima ini menitikberatkan pada poin interpretasi dan persepsi. Bahwasanya, keresahan dan kekhawatiran berasal dari pikiran, bukan pada peristiwa yang terjadi. Menurut stoisisme, segala peristiwa bersifat netral (tidak baik atau buruk). Namun, persepsilah yang menjadikannya buruk. Misal, seseorang baru saja diputus hubungan kerja oleh perusahaan dengan alasan bangkrut. Lalu dia berpikir;

"Saya kena karma apa sampai sial begini."

"Hidup kok gini. Kerja aja nggak ada yang awet."

"Ini benar-benar akhir hidupku. Bakal susah kalau begini."

        Dalam Filosofi Teras, pikiran tersebut merupakan hasil interpretasi pribadi, bukan karena peritistiwa PHK itu sendiri.mAlternatif interpretasi lain;

"Ini kesempatan untuk mengubah haluan ke karir lain."

"Lumayan dapat pesangon. Bisa nyoba bisnis baru."

"Ini ujian bagi kesabaran dan keuletanku."

Interpretasi alternatif ini bukan halusinasi, tapi sama validnya dengan interpretasi negatif sebelumnya.

        Bab Keenam, Memperkuat Mental "Kita lebih menderita dalam imajinasi daripada kenyataan”. Hidup berdampingan dengan emosi negative. Penulisnya bilang sebenarnya hamper setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kit aitu sifatnya netral namun akan menjadi baik atau buruk tergantung pada intepretasi dan makna yang kita berikan. Disadari atau tidak, kadang seseorang menderita bukan karena sesuatu yang dialaminya, tapi karena pikirannya. Khawatir yang berlebihan akan membuat seseorang dimakan derita perlahan. Hal tersebut membuatnya menderita dua kali lipat dari semestinya. 

        Beberapa orang seringkali membesarkan kesedihannya. Padahal dia sama sekali belum mengalaminya. Kekhawatiran dan prasangka yang tidak berdasar membelenggu pikirannya, sehingga hidupnya jauh dari ketenangan dan kedamaian. Dalam hal ini, seseorang harus memperkuat mental agar terhindar dari hal semacam itu.

        Disini kita dikenalkan dengan Teknik “STAR” yaitu STOP, THINK, ASSES dan RESPOND. STOPS, saat kita mendeteksi adanya emosi negative. Kita harus berhenti sejenak atau berteriak misalnya “TIME OUT” dalam hati. Jangan biarkan perasaan itu berlarut larut lalu THINK dan ASSES, lalu kita bisa berpikir jernih apakah perasaan ini bisa di benarkan. Apakah ini berada dalam kendali saya? Dan ada ga solusi yang bisa kita lakukan. Terakhir lalu RESPOND setelah kita menilai situasi dengan kepala dingin baru kita menentukan Tindakan apa yang kita lakukan dengan harapan respon yang kita berikan bisa sesuai dan tidak membawa keadaan.

        Filosofi Teras menawarkan sebuah cara untuk memperkuat mental dengan istilah "premeditation malorum"; sengaja memikirkan sesuatu yang negatif untuk mengantisipasinya. Apabila seseorang berada dalam situasi tidak menyenangkan; situasi yang semula "tidak terduga" berubah menjadi "telah diantisipasi". Sehingga mengurangi atau meminimalisir efeknya terhadap mental, lalu mengambil tindakan yang rasional.

        Penulisnya juga menyarankan untuk tidak menyesali masa lalu. Kalau kata penulisnya, Masa lalu itu udah mati, lebih baik kita mencintai nasib yang sudah terjadi dan yang sedang terhadi saat ini karena segala hal yang terjadi dalam hidup adalah rentetan kejadian dimasa l\’’]alu yang tidak bisa diubah dan hanya bisa dijadikan memory atau bahan pembelajaran.

Quotes Buku Filosofi Teras

Kita yang hidup terus-menerus mengikuti pendapat orang lain tidak akan pernah menjadi kaya.

Sesungguhnya balas dendam terbaik adalah dengan tidak berubah menjadi seperti sang pelaku. 

Tanya Pustakawan
×

Halo!
Ada yang bisa kami bantu?

Layanan dibuka Pada Jam Operasional Perpustakaan