PEKANBARU – Unit Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Riau sukses
menyelenggarakan kegiatan Kelas Literasi secara virtual pada Senin (29/06/2026)
mulai pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini mengangkat topik penting bagi para
mahasiswa, yaitu "Persyaratan Bebas Pustaka dan Upload Karya Tulis
Ilmiah (KTI) pada Repository Poltekkes Kemenkes Riau".
Tujuan
utama dari kelas literasi ini adalah untuk memberikan panduan komprehensif
mengenai prosedur pengurusan bebas pustaka serta tata cara mengunggah dokumen
KTI secara mandiri ke aplikasi repository resmi kampus. Kegiatan wajib
ini diikuti dengan antusias oleh seluruh mahasiswa tingkat akhir dari berbagai
jurusan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Riau.
Pembukaan dan Sosialisasi Persyaratan Bebas Pustaka
Acara
resmi dibuka oleh Kepala Unit Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Riau, Ibu Siti
Aisyah, S.Sos. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pemahaman
yang benar terkait administrasi perpustakaan menjelang kelulusan.
"Bebas
pustaka merupakan salah satu syarat mutlak bagi mahasiswa tingkat akhir untuk
menyelesaikan studi dan yudisium. Melalui kelas literasi ini, kami berharap
mahasiswa tidak menemui kendala teknis dalam proses pengurusannya," ujar
Ibu Siti Aisyah.
Pada
kesempatan tersebut, beliau juga langsung memaparkan secara rinci apa saja poin
persyaratan bebas pustaka yang harus dipenuhi oleh para mahasiswa.
Penyampaian Materi Teknis Unggah Repository
Memasuki
agenda inti, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis mengenai tata
cara upload KTI pada aplikasi repository. Materi ini disampaikan
secara lugas oleh Pustakawan Poltekkes Kemenkes Riau, Bapak Dzikrullah,
S.IP.
Dalam
penjelasannya, Bapak Dzikrullah memberikan panduan langkah demi langkah (step-by-step),
mulai dari:
- Cara melakukan registrasi akun
di aplikasi repository.
- Format fail (file) KTI yang
sesuai dengan standar perpustakaan.
- Proses penulisan metadata
(judul, abstrak, kreator) yang benar agar karya ilmiah mahasiswa dapat
terindeks dengan baik.
Diskusi Interaktif dan Tanya Jawab
Setelah seluruh materi dipaparkan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Banyak mahasiswa tingkat akhir memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi mengenai kendala teknis yang sering dihadapi, seperti ukuran fail yang terlalu