Perpustakaan
Poltekkes Kemenkes Riau kembali menggelar agenda rutin Serbuk Sari
(Selasa Rembuk Buku Sivitas Akademika Polkesri). Pada kesempatan kali ini,
Serbuk Sari menghadirkan Pipit Sandrayani, S.E. sebagai narasumber untuk
membedah buku karya Sabrina Ara yang berjudul “Sayangi Dirimu, Berhentilah
Menyenangkan Semua Orang”.
Buku
setebal 170 halaman yang terbagi ke dalam tujuh bab ini menyoroti fenomena people
pleaser serta keberanian menetapkan batasan diri (personal boundaries).
Dalam pemaparannya, Pipit Sandrayani menggarisbawahi kenyataan bahwa kita tidak
akan pernah bisa menyenangkan semua orang.
"Ada
kalanya kita berhadapan dengan orang-orang yang gemar mencampuri urusan
pribadi. Ketika kita merasa terganggu dan menyatakan keberatan, mereka justru
menganggap kita terlalu sensitif. Padahal, perhatian yang tidak diharapkan
adalah bentuk gangguan, dan kita berhak melepaskan diri dari interaksi yang
menyakitkan," ujar Pipit saat membuka ulasannya.
Mengubah Cara Pandang dan Mengelola Konflik
Mengulas
Bab 2 dan Bab 3, Pipit menjelaskan bahwa masalah hidup sering kali
terlihat seperti benang kusut. Kunci menghadapinya adalah dengan menurunkan
ekspektasi dan mengubah sudut pandang. Ketika merasa paling menderita, melihat
kesulitan orang lain yang lebih berat dapat menumbuhkan rasa syukur.
Selain
itu, peserta diajak memandang konflik dari sudut netral. Konflik tidak selalu
buruk, melainkan menjadi sinyal bahwa ada masalah yang harus dipecahkan
bersama.
"Jangan
mudah menuduh orang lain salah hanya karena cara pandang kita berbeda. Sering
kali ini bukan soal siapa yang benar atau salah, melainkan soal sudut
pengambilan persepsi (angle). Kita juga harus sadar bahwa memaksa orang
lain berubah demi memuaskan ego kita adalah hal yang melelahkan. Perubahan
sejati hadir dari niat orang itu sendiri," jelasnya.
Trik Mengelola Emosi Negatif dan Menghadapi Toxic People
Sesi
pemaparan berlanjut ke Bab 5 dan Bab 6 yang memuat panduan praktis
menjaga kesehatan mental sehari-hari. Pipit membagikan 10 langkah efektif dalam
mengelola emosi negatif:
- Hindari pemicu emosi: Contohnya, berangkat kantor lebih awal untuk
menghindari kemacetan jalan raya.
- Terapkan pikiran positif dan self-pampering: Meringankan beban tubuh melalui relaksasi, mandi
berendam, makan makanan enak, atau tidur cukup.
- Salurkan emosi secara sehat: Bercerita pada orang yang tepat, mendengarkan musik,
bernyanyi, berolahraga, hingga berteriak atau berbicara di depan cermin.
- Gunakan teknik "Masuk
Telinga Kanan, Keluar Telinga Kiri": Dengarkan perkataan negatif tanpa perlu memasukannya
ke dalam hati.
Terkait
interaksi sosial, peserta diingatkan untuk berani berkata "TIDAK"
secara santun sejak awal kepada toxic people—orang-orang yang cenderung
manipulatif, egois, dan sulit mengakui kesalahan.
Menjadi Penentu Kebahagiaan Diri Sendiri
Memasuki
Bab 7, pembedah buku menegaskan bahwa kebahagiaan adalah tanggung jawab
pribadi, bukan tugas orang lain. Kebahagiaan diciptakan dengan cara mengenali
reaksi diri, menerima kondisi apa adanya tanpa membandingkan dengan orang lain,
serta menghargai setiap proses hidup.
Peserta
juga diimbau untuk mewaspadai "pencuri kebahagiaan", seperti stres
yang dibiarkan, rasa iri hati, serta tuntutan untuk selalu menjadi sempurna (perfeksionis).
Sebagai
penutup, Pipit mengutip pesan mendalam dari penulis ternama dunia, Paulo
Coelho:
“Jika
Anda hidup untuk menyenangkan orang lain, semua orang akan mencintai Anda
kecuali diri Anda sendiri.”
Melalui kegiatan Serbuk Sari ini, diharapkan
seluruh sivitas akademika Polkesri dapat mengambil pelajaran berharga untuk
lebih mencintai diri sendiri, berani mengambil sikap tegas terhadap lingkungan
yang tidak sehat, serta fokus membangun kebahagiaan yang autentik tanpa
bergantung pada penilaian orang lain.