Detail Berita

PEKANBARU – Civitas akademika kembali menggelar kegiatan rutin SERBUK SARI (Selasa Rembuk Buku Sivitas Akademika) dengan membedah salah satu literatur keuangan paling berpengaruh di dunia, “The Richest Man in Babylon” (Orang Terkaya di Babilonia) karya George S. Clason. Acara yang berlangsung pada Selasa ini menghadirkan Ibu Elvina Asnaty, S.Kep., Ners., M.K.M., seorang Pranata Laboratorium Pendidikan Ahli Pertama, sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Ibu Elvina menyoroti relevansi buku yang pertama kali terbit pada tahun 1926 tersebut. Meskipun telah berusia hampir satu abad, prinsip-prinsip keuangan yang diajarkan melalui latar belakang kota kuno Babilonia ini dinilai masih sangat ampuh menghadapi tantangan ekonomi modern.

Rahasia "Tujuh Obat" dan "Lima Hukum Emas"

Ibu Elvina menjelaskan bahwa inti dari kesuksesan tokoh Arkad dalam buku tersebut terletak pada kedisiplinan mengelola penghasilan. Terdapat "Tujuh Obat untuk Dompet Tipis" yang menjadi sorotan, di antaranya adalah kewajiban menyisihkan minimal 10% pendapatan untuk diri sendiri sebelum dibelanjakan, serta pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

"Kekayaan tidak didapat secara instan, melainkan melalui proses yang konsisten. Salah satu poin krusial adalah membuat uang bekerja untuk kita melalui investasi yang aman, bukan justru kita yang terus-menerus bekerja demi uang tanpa ada sisa yang diinvestasikan," ujar Ibu Elvina dalam sesinya.

Selain itu, pembahasan juga mendalami "Lima Hukum Emas", yang memperingatkan para peserta agar waspada terhadap skema cepat kaya. Buku ini menekankan bahwa "emas" atau kekayaan akan lari dari mereka yang mengejar keuntungan tidak masuk akal atau berinvestasi pada bidang yang tidak dipahami tanpa saran dari ahlinya.

Membangun Masa Depan dari Sekarang

Melalui diskusi ini, para civitas akademika diingatkan akan pentingnya memiliki perlindungan aset dan perencanaan hari tua. Memiliki tempat tinggal sendiri dan terus meningkatkan keterampilan diri (up-skilling) disebut sebagai pilar penting dalam menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.

Buku setebal 199 halaman terbitan Gramedia Pustaka Utama ini memberikan pesan kuat bahwa posisi ekonomi awal seseorang bukanlah penghalang untuk mencapai kemakmuran. Dengan tekad yang kuat dan penerapan manajemen utang yang bijak, siapa pun dapat mengubah kondisi finansialnya.

Kegiatan SERBUK SARI kali ini diharapkan dapat memicu semangat para staf dan sivitas akademika untuk lebih melek finansial dan mulai menerapkan kebiasaan menabung serta berinvestasi secara cerdas dalam kehidupan sehari-hari.

Tanya Pustakawan
×

Halo!
Ada yang bisa kami bantu?

Layanan dibuka Pada Jam Operasional Perpustakaan